Kelana Wisata
Kelana Wisata
  • Beranda
  • Warta Kelana
    • Budaya
    • Alam
    • Heritage
    • Ekonomi Kreatif
  • Kuliner
  • Pararupa
  • Kelana Foto
  • Event
    • AGENDA
    • BIOSFERUN 2026
  • Paket Wisata
  • Merchandise
Ads Header
Warawaditra 2026: Women’s Harmony in the Orchestra at Sasana Hinggil Dwi Abad to Commemorate Kartini Day

Budaya

Warawaditra 2026: Women’s Harmony in the Orchestra at Sasana Hinggil Dwi Abad to Commemorate Kartini Day

By Kelanawisata/frm

The Central Java and Yogyakarta Orijingan Community Gathering in Banjarnegara Features a Full Range of Events and Aims to Revitalize Rural Tourism

Event

The Central Java and Yogyakarta Orijingan Community Gathering in Banjarnegara Features a Full Range of Events and Aims to Revitalize Rural Tourism

By contributors/Dimas D. Pradikta

Bersemi Tembi Eco Creative Festival 2026: A Creative Hub Empowering Tembi Tourism Village

Ekonomi Kreatif

Bersemi Tembi Eco Creative Festival 2026: A Creative Hub Empowering Tembi Tourism Village

By Kelanawisata/frm

Celebrating the 455th Anniversary: Banjarnegara’s Cultural Procession and Parade Boost the Economy by Billions of Rupiah

Budaya

Celebrating the 455th Anniversary: Banjarnegara’s Cultural Procession and Parade Boost the Economy by Billions of Rupiah

By contributors/Dimas D. Pradikta

‎Kunjungan Wisatawan Wonosobo Naik Signifikan selama Libur Lebaran 2026

Event

‎Kunjungan Wisatawan Wonosobo Naik Signifikan selama Libur Lebaran 2026

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

Trending News

Moekti Diri: Forest Wellness Experience di Hutan Deloano, Yogyakarta
Paket Wisata
Moekti Diri: Forest Wellness Experience di Hutan Deloano, Yogyakarta

By Kelanawisata/avs

Walang Goreng : Penyokong Ketahanan Pangan
Kuliner
Walang Goreng : Penyokong Ketahanan Pangan

By Kelanawisata/frm

Menyusur Istana Air Sang Nata, Taman Sari
Heritage
Menyusur Istana Air Sang Nata, Taman Sari

By Kelanawisata/frm

Kelenteng Tay Kak Sie: Rindu Terbakar Dupa
Kelana Foto
Kelenteng Tay Kak Sie: Rindu Terbakar Dupa

By Kelanawisata/abw

This Just In

Event
BIOSFERUN 2026: Lari, Alam, dan Pengalaman yang Selalu Dirindukan — Tahun 2026 Mereka Kembali!!!
  • By kelanawisata/biosferun
  • 01 April 2026
BIOSFERUN 2026: Lari, Alam, dan Pengalaman yang Selalu Dirindukan — Tahun 2026 Mereka Kembali!!!
Heritage
Berlibur di Tugu Yogyakarta, Daya Tarik Baru Menikmati Suasana Jogja
  • By Kelanawisata/frm
  • 31 Maret 2026
Berlibur di Tugu Yogyakarta, Daya Tarik Baru Menikmati Suasana Jogja
Event
Puncak Festival Mudik 2026: Balon Udara Tradisional Wonosobo Tampil Memukau dan Siap Mendunia
  • By Disparbud Kabupaten Wonosobo
  • 30 Maret 2026
Puncak Festival Mudik 2026: Balon Udara Tradisional Wonosobo Tampil Memukau dan Siap Mendunia
Heritage
Museum Daerah Wonosobo Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
  • By Disparbud Kabupaten Wonosobo
  • 30 Maret 2026
Museum Daerah Wonosobo Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
Event
Syawalan Nostalgia di Lodji Paris, Pasar Kangen Yogyakarta Buka Hingga 5 April 2026
  • By Kelanawisata/frm
  • 27 Maret 2026
Syawalan Nostalgia di Lodji Paris, Pasar Kangen Yogyakarta Buka Hingga 5 April 2026
Event
Sukoharjo Balon Festival & Competition Meriahkan Festival Mudik Wonosobo 2026, Ribuan Pengunjung Padati Lokasi
  • By Disparbud Kabupaten Wonosobo
  • 26 Maret 2026
Sukoharjo Balon Festival & Competition Meriahkan Festival Mudik Wonosobo 2026, Ribuan Pengunjung Padati Lokasi
Event
Festival Balon Udara SiBOBa 2026 Sukses Digelar, Usung Tema Mudik Tanpa Sampah di Kertek
  • By Disparbud Kabupaten Wonosobo
  • 26 Maret 2026
Festival Balon Udara SiBOBa 2026 Sukses Digelar, Usung Tema Mudik Tanpa Sampah di Kertek
Event
Festival Mudik 2026 Wonosobo Semakin Semarak, Ribuan Pengunjung Padati Lokasi
  • By Disparbud Kabupaten Wonosobo
  • 25 Maret 2026
Festival Mudik 2026 Wonosobo Semakin Semarak, Ribuan Pengunjung Padati Lokasi

Pesona Budaya

Warawaditra 2026: Women’s Harmony in the Orchestra at Sasana Hinggil Dwi Abad to Commemorate Kartini Day
Budaya

Warawaditra 2026: Women’s Harmony in the Orchestra at Sasana Hinggil Dwi Abad to Commemorate Kartini Day

 

Kelanawisata.id, Yogyakarta – An elegant atmosphere infused with the spirit of women’s emancipation characterized the Warawaditra concert presented by the Women Orchestra Concert – Yogyakarta Royal Orchestra on Tuesday, April 21, 2026. Held at Sasana Hinggil Dwi Abad, the concert was organized to commemorate Kartini Day, featuring a predominantly female lineup of musicians on a grand stage that blended music, culture, and aesthetics. The concert was attended by Sri Sultan Hamengkubuwono X and his Queen, GKR Hemas.

This concert served as a special occasion showcasing the musical prowess of women through a diverse repertoire. Solo performances—including violin, trumpet, guitar, piano, and vocal solos—were presented in succession, harmoniously blending with the orchestral arrangements by the Yogyakarta Royal Orchestra and the choral performances by the Yogyakarta Royal Choir. Moreover, Javanese traditional elements were incorporated through the performance of Cokekan Putri Kawedanan Kridhamardawa, enriching the concert’s atmosphere.

As a concert centered on the theme of women, Warawaditra not only showcased musical excellence but also presented captivating visuals. One of the standout moments was the display of diverse traditional Javanese attire, highlighting cultural richness while reinforcing the message about women’s identity and role in preserving traditions.

The audience’s enthusiasm was evident in their high appreciation for every performance. One guest, the Student Queen from Medan, shared her impressions: “This is my first time watching the Yogyakarta Royal Orchestra live, and it was fantastic. There was a fashion show featuring a wide variety of traditional Javanese attire—it was spectacular. Then there were the musicians’ performances; I was amazed by the violin solo—it was the first time I’d seen a violinist that talented.”

Behind the grandeur of the performance, concert preparations were carried out in a relatively short yet intensive timeframe. Conductor Nyi ML Dwijashintawati explained, “Warawaditra was presented to commemorate Kartini Day. Tonight we performed 10 pieces. Preparations took about seven days, followed by a dress rehearsal. This special Warawaditra concert for an orchestra featuring string, wind, and percussion sections is the second of its kind.”

Furthermore, she added that the concert format was different the previous year, focusing on a wind orchestra held at Mandala Sana. This demonstrates the evolving musical dynamics and exploration of the Yogyakarta Royal Orchestra in presenting fresh and relevant performances.

Through the Warawaditra concert, Yogyakarta once again reaffirmed its position as a cultural city capable of blending traditional values and a modern spirit on a single stage. This year’s Kartini Day celebration served not only as a reflection of women’s struggles but also as a platform to celebrate the increasingly strong and inspiring role of women in the world of art and culture.

By Kelanawisata/frm

Celebrating the 455th Anniversary: Banjarnegara’s Cultural Procession and Parade Boost the Economy by Billions of Rupiah
Budaya
Celebrating the 455th Anniversary: Banjarnegara’s Cultural Procession and Parade Boost the Economy by Billions of Rupiah

By contributors/Dimas D. Pradikta

“Mumbul Bareng Randumas” Brings Festive Spirit to the 2026 Homecoming Festival; Wonosobo Reaffirms Commitment to Preserving Traditions
Budaya
“Mumbul Bareng Randumas” Brings Festive Spirit to the 2026 Homecoming Festival; Wonosobo Reaffirms Commitment to Preserving Traditions

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

Meski Sempat Diguyur Hujan, Pembukaan Pameran Smarabawana Tetap Berlangsung Menarik
Budaya
Meski Sempat Diguyur Hujan, Pembukaan Pameran Smarabawana Tetap Berlangsung Menarik

By Kelanawisata/frm

Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Ribuan Warga Berbah Sleman Mengikuti Kirab Sadranan Agung Wotgaleh
Budaya
Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Ribuan Warga Berbah Sleman Mengikuti Kirab Sadranan Agung Wotgaleh

By Kelanawisata/frm

Yasa Peksi Burak: Sarana Dakwah Kraton Yogyakarta dalam Memperingati Isra Mikraj
Budaya
Yasa Peksi Burak: Sarana Dakwah Kraton Yogyakarta dalam Memperingati Isra Mikraj

By Kelanawisata/frm

Sedekah Sang Sultan: Gunungan Estri dalam Iring-iringan Prajurit pada Perayaan Garebeg
Budaya
Sedekah Sang Sultan: Gunungan Estri dalam Iring-iringan Prajurit pada Perayaan Garebeg

By Kelanawisata/frm

Sedekah Sang Sultan: Gunungan Kakung dalam Perayaan Grebeg Kraton Kasultanan Yogyakarta
Budaya
Sedekah Sang Sultan: Gunungan Kakung dalam Perayaan Grebeg Kraton Kasultanan Yogyakarta

By Kelanawisata/frm

Para Abdi Penjaga Keamanan Nagari, dari Tentara menjadi Pengawal Budaya
Budaya
Para Abdi Penjaga Keamanan Nagari, dari Tentara menjadi Pengawal Budaya

By Kelanawisata/frm

Jelajahi Alam

Menjemput Pagi dengan Menikmati Kesejukan dari Bukit Ngisis Kulon Progo
Alam

Menjemput Pagi dengan Menikmati Kesejukan dari Bukit Ngisis Kulon Progo

By Kelanawisata/frm

Bukit Ngisis Kulon Progo: Surga Panorama Alam di Atas Kebun Teh Nglinggo
Alam

Bukit Ngisis Kulon Progo: Surga Panorama Alam di Atas Kebun Teh Nglinggo

By Kelanawisata/frm

Mencari Ketenangan Jiwa dengan Menjelajah Hutan Tengah Kota di Lembah Bulaksumur
Alam

Mencari Ketenangan Jiwa dengan Menjelajah Hutan Tengah Kota di Lembah Bulaksumur

By Kelanawisata/frm

Jejak Heritage

Berlibur di Tugu Yogyakarta, Daya Tarik Baru Menikmati Suasana Jogja
Heritage

Berlibur di Tugu Yogyakarta, Daya Tarik Baru Menikmati Suasana Jogja

By Kelanawisata/frm

Museum Daerah Wonosobo Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
Heritage

Museum Daerah Wonosobo Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

‎Soft Launching Museum Daerah Wonosobo, Upaya Lestarikan Sejarah dan Perkuat Wisata Edukasi
Heritage

‎Soft Launching Museum Daerah Wonosobo, Upaya Lestarikan Sejarah dan Perkuat Wisata Edukasi

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

Menapak Jejak Sejarah Perjuangan, Museum Rumah Sandi di Kulon Progo menjadi Saksi
Heritage

Menapak Jejak Sejarah Perjuangan, Museum Rumah Sandi di Kulon Progo menjadi Saksi

By Kelanawisata/frm

Unik dan Autentik, Kicak: Kudapan Khas Ramadan asal Kauman Yogyakarta
Kuliner

Unik dan Autentik, Kicak: Kudapan Khas Ramadan asal Kauman Yogyakarta

By Kelanawisata/frm

Kuliner

1.

Bakmi Pak Sugi, Hasil Akulturasi Budaya Yang Tidak Termakan Waktu

By Kelanawisata/abw

2.

Ayam Gandu Bu Setu, Cita Rasa Nikmat Kesederhanaan

By Kelanawisata/abw

3.

Soto EDS, Visi luar biasa dari Icon Kuliner

By Kelanawisata/abw

4.

Kopi Tenan, Kisah Seorang Maestro Kopi Dalam Mengenalkan Kopi Autentik

By Kelanawisata/abw

Kafe Estetik Nuansa Joglo Jawa di perkampungan Ibukota Mataram
Kuliner

Kafe Estetik Nuansa Joglo Jawa di perkampungan Ibukota Mataram

By Kelanawisata/frm

Bersemi Tembi Eco Creative Festival 2026: A Creative Hub Empowering Tembi Tourism Village
  • Ekonomi Kreatif
  • 11 April 2026

Bersemi Tembi Eco Creative Festival 2026: A Creative Hub Empowering Tembi Tourism Village

Kelanawisata.id, Bantul – A warm and creative atmosphere enveloped Tembi Tourism Village on Saturday, April 4, 2026, as the Bersemi Tembi Eco Creative Festival was successfully held at the Tembi Village area. The festival featured a blend of the arts, the creative economy, traditional cuisine, and interactive experiences that directly engaged local residents and tourists. This event, initiated by the Yabbiekayu Community, serves as a catalyst to strengthen Tembi Tourism Village’s identity as a destination rooted in culture, alternative experiences, and agriculture. By collaborating with local residents, the festival functions not only as an entertainment venue but also as a platform for community economic empowerment through the involvement of local SMEs. Throughout the day, visitors were treated to a variety of art performances spread across several locations, ranging from the north stage, the south stage, to the Yabbiekayu restaurant area. Various traditional and contemporary art performances took turns, creating a lively and inclusive festival atmosphere. Not only that, the talk show held in the restaurant area also served as an inspiring discussion space regarding the development of tourism villages and community-based creative economy. In addition to the arts, the festival also features creative economy stalls and traditional food stalls, which serve as unique attractions. Visitors can explore local handicrafts and sample authentic village specialties. Not to be missed are the hands-on workshops where visitors can participate directly in the creative process alongside the locals. The enthusiasm of the community and tourists is evident from the large number of visitors, both domestic and international, who came to enjoy the festival atmosphere. Dukuh Tembi expressed his hope: “Tembi is a tourism village—one that embraces culture, alternative lifestyles, agriculture, and more. This is indeed the first time an event of this scale has been held. Our hope is that this event becomes an annual one, attracting guests to Tembi with the aim of empowering the community, boosting local MSMEs, and the economy.” The spirit of empowerment is also evident among the MSME operators involved. One seller of traditional beverages shared, “I heard about this event from Yabbiekayu Restaurant; they usually host events there every month. Here I’m selling dawet ireng and es asem; they cost around 7,000 to 8,000 rupiah. Alhamdulillah, I’ve sold about 80 glasses so far. My hope is that SMEs will continue to thrive and that we can connect with friends. This es asem is natural—a classic drink—so Gen Z can get to know it too.” With the Bersemi Tembi Eco Creative Festival, Tembi Tourism Village demonstrates its potential as a living space that not only offers tourist experiences but also serves as a platform for collaboration, creativity, and the strengthening of the local economy. The festival is expected to become an annual event that continues to grow and attracts more tourists to experience the warmth of the village while supporting the community’s sustainability.

By Kelanawisata/frm

Selengkapnya
  • Ekonomi Kreatif
  • 11 Februari 2026

Sertifikasi Mandiri CHSE, Komitmen 19 Usaha Pariwisata di Wonosobo Tingkatkan Kualitas Layanan

Wonosobo – Sebanyak 19 usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo resmi menerima Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan. Sertifikat CHSE tersebut diberikan oleh Direktur Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Hairullah Ghazali, dan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, kepada 19 pelaku usaha pariwisata, pada Senin 9 Februari 2026 di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo. Sertifikasi CHSE ini dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing pelaku usaha pariwisata, sebagai wujud kesadaran, tanggung jawab dan komitmen dalam memenuhi standar pelayanan pariwisata nasional serta mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, berkualitas dan berkelanjutan. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan bahwa sertifikasi CHSE menjadi langkah penting dalam membangun pariwisata yang profesional dan berdaya saing. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari peningkatan infrastruktur, penyelenggaraan event, serta kesiapan sumber daya manusia. “Bicara pariwisata tidak bisa terlepas juga dari event. Setelah kita mendapatkan sertifikat ini, harapannya semua semakin profesional,” tegas Bupati. Ia menekankan filosofi pelayanan pariwisata bahwa tamu dan wisatawan adalah raja. “Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah yang baik, menyenangkan, dan ngangeni. Hari ini datang sendiri, besok membawa keluarga dan teman, lalu terus menceritakan pariwisata Wonosobo ke mana-mana,” ujarnya. Lebih lanjut, Bupati berharap sektor pariwisata dapat memberikan nilai dan dampak nyata, tidak hanya bagi pengelola dan pengunjung, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat. Ia juga mendorong agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menjadi rumah yang ramah bagi pelaku usaha serta menjadi entry point kemajuan pariwisata Wonosobo. Ke depan, Bupati menyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan berupa subsidi sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata, guna mendorong lebih banyak usaha pariwisata untuk tersertifikasi CHSE. Sementara itu, Hairullah Ghazali Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia menjelaskan bahwa proses sertifikasi pada dasarnya tidak sulit, namun membutuhkan komitmen tinggi dari pelaku usaha. “Sertifikasi itu mudah, yang sulit adalah komitmennya. SOP harus tertulis dan dijalankan, tidak hanya ada di kepala,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan menjadi fokus utama dalam sertifikasi CHSE, termasuk penerapan standar ISO yang merupakan standar internasional terbaik di bidang keselamatan dan keamanan. Sertifikat CHSE berlaku selama tiga tahun dan akan dilakukan surveilans setiap tahun sebagai bagian dari pembangunan kepariwisataan berkelanjutan. Pelaku usaha juga diperbolehkan menggunakan logo SNI sesuai dengan mekanisme dan surat izin penggunaan logo. (Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat secara simbolis menyerahkan sertifikat CHSE kepada pelaku usaha pariwisata di pendopo belakang Kabupaten Wonosobo, Senin 9 Februari 2026) Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa sertifikasi CHSE menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas usaha pariwisata dan layanan pariwisata di Wonosobo, sekaligus menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam memenuhi standar pelayanan. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pelaku usaha pariwisata, Nurholis, menyampaikan berbagai masukan dari wisatawan, serta menyoroti masih adanya pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami SOP standar pelayanan pariwisata. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata, termasuk pelaksanaan sertifikasi CHSE secara mandiri oleh pelaku usaha. Adapun 19 Usaha Pariwisata Penerima Sertifikat CHSE adalah sebagai berikut: 1. Latar Sidojoyo – Pagerkukuh, Wonosobo 2. Joglo Nawasena Resto and Cafe – Kalierang, Selomerto 3. Tambi Tea Resort – Tambi, Kejajar 4. Wisata Alam Kebun Teh Sikatok – Sigedang, Kejajar 5. Mizumi Onsen – Tlogo, Garung 6. The Heaven Glamping – Tlogo, Garung 7. The Heaven Resto – Tlogo, Garung 8. Kahyangan Skyline – Tlogo, Garung 9. Kebun Teh Panama – Tlogo, Garung 10. Resort & Villa Pintu Langit – Tieng, Kejajar 11. Homestay Banteng Adventure – Patakbanteng, Kejajar 12. Hotel Charaka Grande – Dieng, Kejajar 13. My Moments Café – Wonosari, Wonosobo 14. Dewani View Resto & Cafe – Sudungdewo, Kertek 15. Damar Valley – Damarkasiyan, Kertek 16. The Moby Park – Damarkasiyan, Kertek 17. Hotel Dafam – Kalianget, Wonosobo 18. CV Yuasa Food – Krasak, Mojotengah 19. Batik Prupuk – Kalibeber, Mojotengah Sebagai tambahan informasi, sertifikasi CHSE ini dilakukan paska digelarnya sosialisasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Eagle pada 19 November 2025 lalu. Apa itu CHSE? CHSE adalah akronim dari Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability yakni standar yang diterapkan di industri pariwisata untuk memastikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam operasional usaha wisata. Sertifikasi ini dibuat sebagai bentuk jaminan bagi wisatawan bahwa layanan pariwisata mematuhi protokol yang baik serta ramah lingkungan. Adapun Manfaat Sertifikasi CHSE diantaranya: - Meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi/usaha wisata. - Menjadi bukti komitmen pada protokol kesehatan dan keselamatan. - Mempermudah usaha pariwisata untuk bersaing dan menarik lebih banyak pengunjung. - Mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan diterbitkannya Sertifikat CHSE kepada 19 usaha pariwisata, diharapkan kualitas pariwisata di Kabupaten Wonosobo semakin meningkat, aman, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang terdorong untuk mengikuti proses sertifikasi CHSE. Ditulis oleh Dimas D. Pradikta, Adyatama Parekraf Ahli Pertama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Kurator: Rijal M (kelanawisata.id)

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

Selengkapnya
Sertifikasi Mandiri CHSE, Komitmen 19 Usaha Pariwisata di Wonosobo Tingkatkan Kualitas Layanan

Ekonomi Kreatif

Pesona Batik Alam Gerdu Dalam Bingkai Personality Individu
  • Ekonomi Kreatif
  • 06 Februari 2026
Pesona Batik Alam Gerdu Dalam Bingkai Personality Individu

Kelanawisata.id, Karanganyar - Busana Batik bukan saja menarik dan enak dilihat akan tetapi juga memiliki pesona tersendiri bagi para peminatnya. Busana batik bisa dipadu padankan dalam berbagai susana, baik dalam kegiatan formal, semi formal maupun non formal. Dengan memiliki keanekaragaman motif, Batik mempunyai makna dan filosofinya masing masing.

Hal ini yang menjadikan ibu ibu di Desa Gerdu Karangpandan Karanganyar sejak 2023 memiliki ide dan gagasan dalam mengembangkan kegiatan membatik dan menuangkannya ke dalam ekosistem bernama Kelompok Batik Alam Gerdu. Perbedaan Batik Alam Gerdu dengan batik lainnya terletak pada pewarnaan yang berasal dari pewarna alami ramah lingkungan. Batik ini dapat dapat custom motif dengan desain dan packaging yang unik. Dengan mengambil bahan-bahan dari alam, proses pewarnaan batik diharapkan menjadi nilai lebih dalam maha karya peninggalan budaya tak benda ini yang telah didaftarkan ke HAKI Indonesia.

Dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu yang berbeda dengan batik yang lain. Mulai dari proses riset motif oleh customer kemudian menuangkan ide dalam desain motif, proses pembatikan, hingga proses pewarnaan, penjahitan, memberikan sentuhan akhir dalam bentuk packaging, serta membalut kisah dalam batik menjadi cerita tersendiri dengan pengerjaan yang penuh dedikasi, waktu, serta tenaga yang tak ternilai. Harapan dari proses ini, pemakai Batik Alam Gerdu memiliki gambaran utuh tentang apa yang sedang digunakannya.

Makna dari setiap goresan motif batik, jenis pewarnaan yang aman bagi kulit akan memberikan pesan dan kesan tersendiri bagi pemiliknya. Dengan proses kompleks tersebut, pembuatan setiap paket batik membutuhkan waktu yang berbeda beda. Belum lagi faktor iklim dan lokasi geografis yang dikerjakan di tempat yang berbeda membuat batik pewarna alami custom ini memiliki keunikan tersendiri.

Bagi Kawan Kelana yang ingin mengoleksi atau memiliki batik ini perlu bersabar. Hal tersebut disebabkan karena proses pembuatan Batik Alam Gerdu cukup membutuhkan waktu. Setelah jadi, Kawan Kelana akan memperoleh sebuah cerita unik yang dituangkan dalam sebuah batik dengan mencerminkan karakter, life style, identitas pada busana Batik Alam Gerdu.

Batik yang mencerminkan diri sendiri ini merepresentasikan siapa saya, untuk apa saya ada, dan semua tergores dalam pesona Batik Alam Gerdu. Bagaimana bisa? Terbentuk dari goresan motif yang berbeda, motif yang disesuaikan dengan persona setiap individu yang pada akhirnya terbaca oleh para pegiat batik.

Untuk bisa memperoleh layanan ini Kawan Kelana bisa bertemu untuk sharing dan konseling tentang ada apa dibalik Kawan Kelana untuk menemukan motif unik dari masing-masing kita. Siapa saja yang dapat memiliki Batik Alam Gerdu? Siapa pun yang memperhatikan etika, karakter diri, memiliki persona hingga memiliki kesadaran akan makna dan filosofi kehidupan dapat menggunakan busana ini. Mulai dari pelaku profesi kesehatan, tokoh publik, tokoh masyarakat, negarawan, bahkan petani dan pengusaha bisa memiliki identitas ini.

 

Ditulis oleh Kontributor Birrul Walidain (Kampung Wisata Gerdu Karanganyar)
Kurator & Editor: FRM (kelanawisata.id)

Pasar Prawirotaman Kini: Bukan Sekadar Pasar, Tetapi Juga Ruang Kreasi Ekonomi Kreatif
  • Ekonomi Kreatif
  • 21 Januari 2026
Pasar Prawirotaman Kini: Bukan Sekadar Pasar, Tetapi Juga Ruang Kreasi Ekonomi Kreatif

Kelanawisata.id, Yogyakarta - Terletak di lantai empat gedung pasar, Ruang Ekonomi Kreatif Pasar Prawirotaman menghadirkan ruang untuk berkreasi dan sekadar menikmati suasana Jogja bagian Selatan. Pasar Prawirotaman direnovasi pada tahun 2019 dan telah rampung pada tahun berikutnya. Transformasi ini mengubah lanskap Pasar Prawirotaman dari pasar tradisional menjadi pasar modern dengan sentuhan heritage yang khas.

Pada lantai 1 hingga 3, pasar ini berfungsi untuk area penjualan pada umumnya, seperti sayuran, buah, sembako, daging, dan produk-produk UMKM lainnya. Pada lantai 4, terdapat restoran dan ruang kreatif yang dapat diakses oleh siapapun. Pada ruang kreatif, Kawan Kelana dapat merogoh kocek sebesar Rp10.000 saja untuk menyewa Co-Working Space selama 6 jam. Kawan Kelana dapat mengakses Wi-Fi yang sandinya terdapat di akses setelah menyewa Co-Working Space.

Selain Co-Working Space, Ruang Kreatif Pasar Prawirotaman juga menyediakan Studio Foto, Studio Podcast, Ruang Meeting, dan Ruang Editing. Untuk menyewa studio foto, Kawan Kelana dapat menyewa seharga Rp150.000,- selama dua jam dengan fasilitas bakcdrop, softbox, umbrella, dan LED Video Light. Studio Editing dapat disewa dengan harga Rp30.000,- selama 6 jam. Podcast Studio dapat kawan sewa dengan harga Rp100.000 selama 2 jam, serta Meeting Room selama 3 jam dengan harga Rp100.000,-

Selain ruang kreatif, pada lantai 4 terdapat Kafe, Restoran, dan warung makan. Jajanan yang tersedia yaitu Ayam Goreng Djantan, Djajan Moerni 78, TFP Kopiwarung, Dimsum, Soto Batok, dan Sosoe. Kawan Kelana dapat menikmati suasana Kota Jogja dari atas gedung pasar sembari memakan jajanan yang ada di rooftop.Pengalaman makan diatas rooftop menjadi sensasi yang dapat dirasakan. Harga yang ditawarkan berkisar 10 ribu hingga 50 ribu Rupiah.

Pasar Prawirotaman menjadi sentra membangkitkan perekonomian UMKM. Ruang kreatif yang tersedia dapat memfasilitasi masyarakat dalam bekerja kreatif. Selain itu, perubahan dari pasar tradisional menjadi pasar modern ini mengakomodasi kebutuhan perkembangan zaman dan harapannya dapat membantu ekonomi kreatif pada masyarakat. 

Kawan Kelana dapat berkunjung ke Pasar Prawirotaman ini pada pagi hari saat penjaja jajanan pasar menawarkan dagangannya. Kue-kue tradisional tetap tersedia di pasar ini juga aneka kudapan khas pasar. Namun, untuk aneka kuliner pada Rooftop, Kawan Kelana dapat menjumpainya saat fajar mulai tenggelam. Suasana gemerlap malam kota dapat menjadi pengalaman yang Kawan Kelana dapatkan secara murah disini.

Untuk menuju ke Pasar Prawirotaman, dapat diakses menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Untuk area parkir berada di lantai underground. Area parkir cukup luas dan dapat menampung kendaraan bermotor maupun mobil. Menuju lantai 4, terdapat lift yang dapat Kawan Kelana akses. Selain itu, juga terdapat tangga dan eskalator dari lantai 1 hingga 3. Jadi, kapan Kawan Kelana mampir ke Pasar Prawirotaman?

 

Jejak Kasongan: Sentra Gerabah Tanah Liat yang Menggeliatkan Perekonomian Kreatif
  • Ekonomi Kreatif
  • 19 Januari 2026
Jejak Kasongan: Sentra Gerabah Tanah Liat yang Menggeliatkan Perekonomian Kreatif

Kelanawisata.id, Bantul - Berkelana di Jalan Bantul dari arah kota, coba tengok ke kanan. Gapura besar berwarna merah bata dengan patung kuda di samping kanan kirinya. Kawan Kelana sudah masuk ke area sentra gerabah Kasongan. Jika kawan sedang mencari destinasi yang memadukan kreativitas, tradisi, dan sentuhan estetik untuk mempercantik sudut rumah, maka tempat inilah yang cocok untuk menemukan barang tersebut.

Lokasi desa wisata Kasongan berjarak 8 Km dari Titik Nol KM Yogyakarta. Sentra gerabah Kasongan berlokasi di Dusun Kasongan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Lokasi Desa Wisata Kasongan menjadi destinasi utama bagi para pencinta seni dan kerajinan.

Awalnya, Kasongan merupakan wilayah persawahan. Ketika berkunjung ke Desa Kasongan, Kawan Kelana akan disuguhkan berbagai macam kerajinan gerabah yang dibuat oleh para pengrajin. Kerajinan di sini tidak hanya berupa peralatan rumah tangga seperti pot bunga, vas, atau kendi, tetapi juga berkembang menjadi seni ukir, patung, bahkan hiasan dinding yang unik. Dengan kreativitas tanpa batas, para pengrajin mampu mengubah tanah liat menjadi karya seni bernilai tinggi.

Para wisatawan juga dapat mencoba pengalaman langsung membuat gerabah di sini. Banyak sanggar dan toko yang menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk belajar memahat, membentuk, dan mewarnai gerabah. Setelah selesai, karya tersebut dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Selain itu, banyak toko yang menjual beragam kerajinan dengan harga bervariasi, mulai dari yang terjangkau hingga karya seni premium.

Saat mengunjungi Kasongan, jangan lewatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pengrajin. Mereka dengan senang hati akan menceritakan proses pembuatan gerabah, dari awal mengolah tanah liat hingga menjadi produk jadi yang indah. Pengalaman ini akan menambah wawasan dan membuat kunjunganmu lebih berkesan.

Waktu terbaik bagi Kawan Kelana untuk menyusuri lorong-lorong kreatif Kasongan adalah pada pagi hari sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Pada waktu ini, matahari belum terlalu terik, dan kawan bisa menyaksikan para perajin sedang sibuk-sibuknya menjemur karya mereka di depan bengkel kerja.

Berkunjung pada hari kerja sangat disarankan jika kawan ingin menikmati suasana yang lebih tenang dan leluasa berbincang dengan pemilik galeri. Namun, jika kawan datang di akhir pekan, suasana akan terasa lebih meriah dengan deretan gerai yang menawarkan berbagai diskon menarik bagi para pemburu dekorasi rumah.

Kawasan Sentra Gerabah Kasongan telah menggeliatkan perekonomian warga sekitar. Dari tanah liat menjadi guci dan aneka gerabah lainnya yang dapat menjadi pajangan rumah untuk menambah estetika tata ruang. Gerabah tersebut dibuat oleh warga sekitar dan menjadi salah satu kerajinan ekonomi kreatif dari Bantul.

Akses menuju galeri seni raksasa ini tergolong sangat mudah dan dekat dari pusat kota Yogyakarta. Dari area Malioboro, Kawan Kelana cukup berkendara ke arah Barat Selatan menyusuri Jalan Bantul sejauh kurang lebih 6 kilometer. Begitu kawan melihat sebuah gerbang megah berbentuk gapura dengan ornamen gerabah yang ikonik di sebelah kanan jalan, itu tandanya kawan telah sampai di ambang pintu kreativitas Kasongan. Kawan bisa menggunakan kendaraan pribadi, ojek online, maupun bus Trans Jogja untuk mencapai lokasi ini dalam waktu kurang dari 20 menit.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera siapkan ruang di bagasi kendaraanmu dan mari berkelana mendukung produk lokal yang mendunia. Berkunjung ke Kasongan bukan hanya soal berbelanja, tapi juga soal mengapresiasi ketekunan para perajin yang menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Agenda Event

The Central Java and Yogyakarta Orijingan Community Gathering in Banjarnegara Features a Full Range of Events and Aims to Revitalize Rural Tourism
AGENDA

The Central Java and Yogyakarta Orijingan Community Gathering in Banjarnegara Features a Full Range of Events and Aims to Revitalize Rural Tourism

By contributors/Dimas D. Pradikta

‎Kunjungan Wisatawan Wonosobo Naik Signifikan selama Libur Lebaran 2026
AGENDA

‎Kunjungan Wisatawan Wonosobo Naik Signifikan selama Libur Lebaran 2026

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

BIOSFERUN 2026: Lari, Alam, dan Pengalaman yang Selalu Dirindukan — Tahun 2026 Mereka Kembali!!!
BIOSFERUN 2026

BIOSFERUN 2026: Lari, Alam, dan Pengalaman yang Selalu Dirindukan — Tahun 2026 Mereka Kembali!!!

By kelanawisata/biosferun

Puncak Festival Mudik 2026: Balon Udara Tradisional Wonosobo Tampil Memukau dan Siap Mendunia
AGENDA

Puncak Festival Mudik 2026: Balon Udara Tradisional Wonosobo Tampil Memukau dan Siap Mendunia

By Disparbud Kabupaten Wonosobo

Museum Tumurun: Memori dalam Diam
Kelana Foto

Museum Tumurun: Memori dalam Diam

By Kelanawisata/abw

Promosi

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Consectetur modi dolor tempora, doloribus dolorem nulla qui laborum velit excepturi a.

Kelana Foto
Kelenteng Tay Kak Sie: Rindu Terbakar Dupa

By Kelanawisata/abw

Kelenteng Tay Kak Sie: Rindu Terbakar Dupa

Paket Wisata

Moekti Diri: Forest Wellness Experience
Paket Wisata

Moekti Diri: Forest Wellness Experience

By Kelanawisata/avs

Moekti Diri: Forest Wellness Experience di Hutan Deloano, Yogyakarta
Paket Wisata

Moekti Diri: Forest Wellness Experience di Hutan Deloano, Yogyakarta

By Kelanawisata/avs

Menjelajah Karimunjawa dengan Paket Wisata “Land of the Sea”
Paket Wisata

Menjelajah Karimunjawa dengan Paket Wisata “Land of the Sea”

By Kelanawisata/frm

Kelana Wisata

Follow Our Social Media

Kontak Kami
  • Alamat
    Gedung Keuangan Negara Lt.4, Jl. Kusumanegara No.11, Semaki, Kec. Umbulharjo, Yogyakarta 55166
  • Whatsapp
    +6282324943524
  • Telepon
    +6282324943524
Artikel Kami
  • Warta Kelana
  • Kuliner
  • Pararupa
  • Kelana Foto
  • Event
  • Paket Wisata
  • Merchandise
Quick Links
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Warta Kelana adalah portal berita dan inspirasi wisata yang menghadirkan informasi terbaru seputar alam, budaya, kuliner, heritage, event, hingga kreativitas di Indonesia. Temukan ide perjalanan, promo menarik, dan paket wisata terbaik untuk menjelajah nusantara.


Copyright © 2026 Kelana Wisata. All rights reserved. Developed with ❤️ by JMW